Total Tayangan Halaman

Google Glass Bisa Merusak Mata


Label "jauhkan dari jangkauan anak-anak" yang biasa ditemukan di bungkus obat agaknya bisa ditempelkan juga di Google Glass.

Pasalnya, seperti dikutip dari Geek.com, awal bulan ini Google mengeluarkan peringatan yang isinya memberi tahu bahwa "kacamata pintar" besutannya itu berpotensi merusak pengelihatan anak-anak.

"Jangan biarkan anak di bawah usia 13 tahun mengenakan Google Glass karena bisa merusak mata yang masih berkembang," tulis Goolge dalam daftar Frequently Asked Question untuk Google Glass.

Google juga menghimbau mereka yang matanya pernah dioperasi Lasik agar jangan coba-coba memakai perangkat ini sebelum konsultasi dengan dokter.

Orang-orang yang tidak termasuk dalam dua golongan di atas dikatakan masih bisa mengalami pusing-pusing atau kelelahan mata jika menggunakan Google Glass terlalu lama. 

Google Glass sendiri adalah gadget serupa smartphone yang berbentuk kacamata. Sebagai ganti display touchscreen, disediakan layar kecil yang diletakkan tepat di depan mata kanan pengguna. 

Kacamata pintar tersebut saat ini belum tersedia untuk umum. Google baru membagi-bagikan Glass pada sejumlah pengembang software yang memesan dengan harga 1.500 dollar AS. 

Google Glass masih terus dikembangkan berdasarkan masukan dari para pemakai pertamanya untuk memperbaiki berbagai masalah. Mudah-mudahan, termasuk soal merusak mata ini
Read more

25% Komputer Dunia Tidak Menggunakan Antivirus



Salah seorang peneliti dari perusahaan keamanan jaringan Eset, Stephen Cobb, berhasil menemukan sebuah fakta menarik seputar penggunaan anti-malware di PC. Menurutnya, sekitar 25 persen perangkat komputer di seluruh dunia ternyata tidak dilengkapi dengan perangkat lunak antivirus/anti-malware.

Mesir dinobatkan menjadi negara yang warganya paling jarang menggunakan anti-malware dengan angka 40 persen. Di tempat kedua ada Amerika Serikat dengan 26 persen, dan terakhir ditempati Inggris dengan 21 persen.

Riset tersebut dilakukan berdasarkan data yang diperoleh dari penyedia jasa layanan internet yang meliputi 600 juta komputer di seluruh dunia.

Apa efek buruk dari tidak dilindunginya komputer dengan anti-malware? Menurut Eset, berdasarkan rilis pers yang KompasTekno terima, Selasa (30/4/2013), PC yang tidak terlindungi rata-rata mengalami serangan malware sebanyak 5,5 kali.

Memasuki semester kedua tahun 2012, ada 2,5 dari 10 komputer di dunia atau 25 persen komputer tidak terlindungi oleh software antivirus yang up-to-date.

Menurut informasi dari Microsoft, komputer yang tidak terlindungi kebanyakan disebabkan beberapa aspek yang bisa berdiri sendiri maupun kombinasinya. Aspek penyebab tersebut diantaranya karena ketidaktahuan pengguna, berakhirnya masa trial antivirus, maupun karena tertipu oleh antivirus palsu.

Pada beberapa kasus, banyak pengguna akhirnya memutuskan untuk tidak menggunakan antivirus karena software tersebut "konflik" dengan software game online.

"Pada banyak kasus, karena untuk kebutuhan seperti bermain game online, software antivirus sengaja di-disable, tetapi kemudian mereka lupa untuk mengaktifkannya kembali," kata Yudhi Kukuh, Technical Consultant PT. Prosperita Eset Indonesia.

Sekadar informasi, dari laporan sebelumnya diketahui, survei terhadap 1.000 PC gamer online di Inggris menghasilkan sebuah fakta yang mencengangkan. Sekitar 30 persen pemain mengaku men-disable aplikasi keamanan sebelum mulai bermain. AKibatnya separuh dari mereka, terkena infeksi malware dan butuh lebh dari dua hari untuk melakukan perbaikan komputer.
Read more

Tampilan Baru iPhone Akan Mirip Dengan Windows Phone?




Ya, tampaknya Apple akan merombak desain tampilan untuk sistem operasi perangkat iPhone, iPad, dan iPod touch di versi terbarunya nanti, yaitu iOS 7.

Seperti dikutip dari situs 9to5mac, Selasa (30/4/2013), berdasarkan informasi dari berbagai sumber, Apple akan melakukan perombakan besar-besaran dari sisi tampilan dan juga pengalaman pengguna. Kemungkinan besar, Apple akan mengambil "desain yang sangat, sangat datar (flat)".

Masih belum jelas apa maksud dari "desain datar" yang diungkapkan oleh 9to5mac. Namun, sebuah sumber menjelaskan desain baru dari iOS 7 ini akan mirip dengan tampilan "Metro" yang dimiliki oleh sistem operasi mobile Windows Phone.

Desain tampilan antarmuka iOS memang relatif tak berubah sejak awal diluncurkannya. Oleh karena itu, Apple tampak tidak main-main dalam mengembangkan desain baru sistem operasi ini. Perusahaan yang berpusat di Cupertino tersebut memilih Jonathan Ive, maestro desain Apple, untuk proyek iOS 7 ini.

Sekadar informasi, Jonathan Ive, orang yang saat ini menduduki posisi Senior Vice President of Industrial Design, bertanggung jawab atas penampilan produk-produk andalan Apple, seperti iMac, MacBook, iPod, iPhone, dan iPad.

Apple sendiri dipastikan akan memperkenalkan iOS 7 pada ajang Worldwide Developer Conference (WWDC) 2013 pada 10 hingga 14 Juni 2013.

Akan seperti apakah "desain datar" yang dimaksud oleh sumber-sumber tersebut? Mari tunggu bersama ajang WWDC 2013.
Read more

Tablet Windows naik 7,5%, IOS Menurun

Read more

Review Sony Xperia E




Demi melengkapi jajaran smartphone Low End-nya, Sony kembali menghadirkan Xperia E tapi yang satu ini tidak lagi didukung fasilitas dual sim seperti pendahulunya Xperia E Dual. Lantas apa saja modal Xperia E ini untuk dapat bersaing dengan para kompetitornya? Ini dia jawabanya.

Desain
Nyaris tidak terdapat perbedaan antara Xperia E dan Xperia E Dual, keduanya tampil dengan desian yang bisa dibilang sama persis. Mulai dari desain kotak yang menipis di ujung atas dan bawah sampai pada penempatan beberapa tombol. yang akan membedakan adalah adanya tombol untuk berganti dari sim satu ke sim dua pada Xperia E Dual.
Sedangkan untuk bahan yang digunakan sebagian besar merupakan bahan plastik. Disekeliling Xperia E terdapat sebuah lis metal yang membuatnya tampak elegan. Body belakang Xperia E terdapat tekstur kasar (matte) yang akan membuat smartphone ini terasa kasat dan tidak licin dalam genggaman. Smartphone ini juga memiliki LED pada bagian bawah, sejajar dengan list metal, yang akan berkedip saat ada pemberitahuan, warna LED nya pun akan menyesuaikan dengan warna yang mendominasi pada layar. Jika layar didominasi warna hijau, maka lampu akan menyala dengan warna hijau.



Layar
Layar ponsel ini memiliki kerapatan piksel layar yang sama dengan seri Xperia E Dual, yakni 165 ppi pixel density. Tidak hanya iu, keduanya pun sama-sama memiliki resolusi layar 320 x 480 pixels, serta memiliki perlindungan layar anti gores.

Layarnya mampu menampilkan warna yang tajam, namun terkesan sedikit redup. Pengaturan kecerahan layar (brightness) harus dilakukan secara manual karena ketiadaan ambience sensor

Sistem Operasi
Berbeda dengan 2 bersaudara Xperia Tipo dan Tipo Dual yang dirilis dengan versi Android yang sama, Xperia Ei dibekali OS yang versinya lebih maju selangkah dari saudara kembarnya yakni Xperia E Dual. Jika Xperia E menggunakan Android OS, v4.1 (Jelly Bean), maka Xperia E Dual masih menggunakan v4.0.4 (Ice Cream Sandwich).

Hardware
Dibandingkan Xperia E Dual, tidak nampak perbedaan yang signifikan antara keduanya. Xperia E menggunakan processor single core, chipset Qualcomm MSM 7227A Snapdragon dengan clock speed 1GHz Cortex A5. Untuk performa grafis, Xperia E mengandalkan Adreno 200.

Dibekali memori internal 4GB, pengguna hanya dapat menggunakan 2GB untuk menyimpan data seperti foto, video, musik, dokumen dan lainnya karena setengah ruang penyimpanan tersebut telah terpakai untuk sistem operasi dan sejumlah data bawaan ponsel. Namun Anda tidak perlu sedih hati, karena dapat diekspansi dari penyimpanan eksternal up to 32GB. 

Browser & Konektivitas
Pengguna bisa memanfaatkan pilihan konektivitas jalur data operator ataupun wifi ketika ingin terhubung ke internet. Xperia E juga menyediakan browser Chrome sebagai alternatif untuk menjelajah dunia maya. Tidak ditemukan kendala saat PULSA menjajal masuk ke situs yang bermuatan video seperti YouTube.

Smartphone ini juga memiliki fitur Smart Connect yaitu sebuah fitur yang akan menentukan aplikasi apa yang dijalankan serta profil yang digunakan ketika ponsel dihubungkan dengan charger, headset ataupun headphone. Selain itu, untuk koneksi antar perangkat terdapat Bluetooth, WiFi dan microUSB.

Kamera
Sebagai smartphone pemula Xperia E hanya mengandalkan resolusi 3.15MP (2048x1536 pixels ), tidak hanya itu fitur kamera yang diembannya juga standar. Xperia E juga tidak dilengkapi dengan kamera sekunder. Pengguna harus puas dengan lensa fix focus, pilihan scene mode yang hanya sebatas 3 buah,serta fitur standar seperti selftimer dan geotagging.

Di sektor perekam gambar bergerak, konon menjadi salah satu titik pembeda dengan seri Xperia E Dual. Jika Xperia E Dual memiliki kamera video VGA (640x480 piksel) , sedangkan Xperia E FWVGA (854 x 480 piksel).

Kesimpulan
Menilik dari segi kinerja dan spesifikasi kedua seri Xperia E meski banyak memiliki perbedaan namn hal ini tidak begitu mencolok. Sayangnya ponsel ini tampak lemah di sektor kamera dengan tidak hadirnya kamera sekunder, dan resolusi maksimal kamera utama yang sebatas 3 MP. Namun jika Anda memiliki budget yang terbatas, dan membutuhkan ponsel dengan fitur dan spesifikasi yang memadai, Xperia E cukup layak di genggaman Anda. Tidak hanya itu dengan kehadiran Xperia E di Indonesia adalah bukti komitmen Sony menggarap pasar musik secara serius setelah booming seri Walkman.

Read more

10 Tahun Diduga Alien, Identitas Makhluk Ini Akhirnya Diketahui




Tahun 2003, sebuah makhluk yang dijadikan mumi ditemukan oleh seorang pria yang mencari peninggalan sejarah di sebuah gereja di La Noria, Gurun Atacama, Cile. Mumi itu sangat kecil, berukuran hanya sekitar 15 cm.

Rupa mumi tersebut begitu aneh, menyerupai alien. Karenanya, selama 10 tahun, identitas tulang tersebut menjadi misteri. Ada yang percaya bahwa mumi itu adalah makhluk luar angkasa, ada pula yang meyakini bahwa mumi itu adalah janin manusia yang digugurkan.

Orcar Munoz, penemu obyek itu, awalnya mendeskripsikan bahwa kerangka itu memiliki gigi keras dan kepala yang memiliki tonjolan. Sementara itu, terdapat sisa kulit yang tampak bersisik. Tak seperti manusia, tulang rusuknya hanya 9 (jumlah kemudian direvisi menjadi 10).

Mumi yang kemudian disebut Atacama Humanoid (Ata) tersebut beberapa kali berpindah tangan sebelum akhirnya jatuh ke Ramon Navia Orio, Kepala Institute for Exobiological Investigation and Study (IEE). Navia Orio mengungkapkan, obyek itu bukanlah hoax, walau belum tahu apakah memang alien.




Minggu ini, dalam tayangan bernama "Sirius" pada Senin (22/4/2013), terkuak bahwa mumi tersebut betapa pun anehnya adalah manusia. Analisis DNA menunjukkan bahwa obyek yang dimumikan itu adalah seorang pria.

Gary Nolan, peneliti sel punca dari Stanford University, dalam tayangan dokumenter tersebut mengatakan, "Saya yakin sekali ini bukan monyet. Ini manusia, lebih dekat ke manusia daripada simpanse. Ia hidup hingga usia 6-8 tahun."

"Pastinya, dia bernapas, dia makan, dia melakukan metabolisme. Menjadi pertanyaan kemudian adalah berapa besar ukurannya ketika dilahirkan," papar Nolan seperti dikutip Huffington Post, Rabu (24/4/2013).

Nolan melakukan analisis pada DNA mitokondria, bagian sel yang bertugas menghasilkan energi tetapi juga memiliki materi genetik. "Untai yang kami dapat dari DNA mitokondria menunjukkan bahwa ibu dari manusia ini adalah orang Indian dari Cile."

Sementara tentang ukurannya yang kecil, Nolan mengungkapkan bahwa hal itu mungkin akibat kelainan yang disebut kekerdilan. Menurutnya, fenomena pada mumi tersebut sebenarnya tak bisa dikatakan langka.

sumber : Huffington Post
Read more

Seperti apa IPhone 5 Dengan Harga Rp146 Milyar ?




Tak diragukan lagi bahwa iPhone 5 dari Apple adalah salah satu smartphonepapan atas dengan banderol harga yang mencerminkan statusnya itu.
Akan tetapi, bagi beberapa orang, mungkin bahan aluminium yang dipilih oleh Apple sebagai cangkang ponsel pintar tersebut kurang memancarkan kesan mewah.

Nah, untuk menambah kesan "wah" dari perangkat ini, desainer barang elektronik mewah asal Inggris, Stuart Huges, telah "merancang ulang" iPhone 5 dengan menggunakan bahan-bahan mahal, termasuk blok emas solid yang diukir untuk menggantikan casing standar iPhone 5. 
stuarthughes.com

Enam ratus berlian putih disusun rapi menghiasi beberapa area permukaan iPhone 5. Sebanyak 53 berlian menambah kilau logo Apple di bagian belakang agar lebih "mengilap". 
stuarthughes.com


Tombol "home" perangkat iPhone 5 diganti dengan black diamond single-cut 26 karat. Bagian layar pun tak luput dari sentuhan mewah dengan lapisan kaca safir.

Menurut pihak Stuart Hughes, dibutuhkan waktu 9 minggu untuk memproduksi iPhone 5 ini menggunakan keterampilan tangan.

Berapa harganya? Stuart Hughes membanderol iPhone 5 supermewah ini seharga 10 juta poundsterling atau sekitar Rp 148 miliar.

Belum diketahui siapa saja calon pelanggan yang berminat dengan iPhone tersebut, tetapi seorang pebisnis asal Hongkong dikabarkan telah membelinya.
Read more

Huawei Akan Keluar dari Amerika


Setelah laporan ‘House of Representatives Intelligence Committee’ Amerika Serikat keluar pada awal pekan setelah investigasi selama 11 bulan mengenai praktik bisnis Huawei, Amerika Serikat akhirnya meminta Huawei untuk tidak mengembangkan bisnis dinegaranya terkait risiko spionase cyber dan koneksi ke pemerintah Cina. 

Mengutip dari androidauthority.com, menanggapi hal tersebut Huawei memutuskan untuk meninggalkan bisnisnya di Amerika Serikat. Chief Technology Officer Huawei, Li Sanqi mengakui bahwa Amerika Serikat merupakan negara dengan penetrasi pasar 30% dan pasar yang potensial. Namun Huawei harus sadar diri dan mengalihkan perhatian ke pasar yang lain dengan pertumbuhan yang signifikan. Artinya, Huawei akan fokus di negara-negara sekitar Asia yang masih memiliki potensi pertumbuhan yang besar. 

Sementara itu ZTE yang juga menjadi tertuduh mengatakan bahwa Huawei telah melakukan praktik subversiv dan membantu proses mata-mata yang dilakukan kongres Cina. Belum diketahui apakah ZTE juga akan mengikuti jejak Huawei keluar dari Amerika Serikat.
Read more

Facebook Anggarkan $ 1,5 Miliar Untuk Bangun Pusat Data di Des Moines-Iowa





Facebook Inc sedang membangun sebuah pusat data dekat Des Moines-Iowa, untuk menunjang daya komputasi dan sebagai meningkatnya penggunaan smartphone pada infrastrukturnya. Pusat data baru ini akan dibangun di sebidang tanah seluas 200-acre. Sebelumnya, tanah tersebut merupakan ladang gandum dan kedelai, karena tingkat kesuburannya cukup baik untuk ditanami kacang-kacangan. Facebook mengharapkan data center tersebut harus selesai dibangun pada akhir 2014.

Menurut Tom Furlong (Wakil Presiden Sites Operation Facebook), pusat data center ini akan menjadi sebuah bangunan dengan arsitektur hemat energi  dan terbagi hingga tiga bangunan. Menurut MidAmerican, bangunan baru ini mendapat seperempat dari energi dari tenaga angin. Namun ada desas desus yang mengatakan bahwa salah satu pasokan energi yang maju untuk tender adalah Duke Energy Corp. Penggunaan energi oleh pusat-pusat data internet adalah berbasis cloud.

Perubahan penggunaan energi hemat ini digunakan setelah Facebook menerima kritikan pedas dari Greenpeace pada 2010, yang mengandalkan terlalu banyak listrik tenaga batubara pada pusat data pertamanya di Oregon. Greenpeace dan beberapa kelompok peduli lingkungan pada tahun berikutnya menuntut Facebook meningkatkan penggunaan dari energi terbarukan.

Gerah dengan kritikan berbagai pihak, Facebook berencana untuk mengandalkan energi terbarukan untuk kantornya di Lulea-Swedia (masih dalam taraf konstruksi) dan di Des Moines-Iowa.

Facebook mengganggarkan investasi manfaat pajak negara minimum sebesar $ 300 juta ke Iowa.

Fasilitas di Iowa ini akan menjadi kantor keempat sejak 2010, ketika Facebook mulai konstruksi pada pusat data pertamanya di Prineville, Oregon.

Facebook tidak  mengungkapkan biaya dari pusat data baru ini, namun sebuah laporan di Des Moines Register mengatakan bahwa pembangunan tersebut dipatok biaya total anggarannya sebesar $ 1,5 miliar.

Sebelumnya, Facebook mengantongi persetujuan untuk pembangunan pusat data di Des Moines dari Dewan Kota Altoona-Iowa pada hari Selasa (23/4). Pejabat Iowa membuka tangan lebar-lebar bagi perusahaan-perusahaan internet untuk membangun pusat data di negara bagian tersebut, untuk insentif pajak yang tinggi untuk memajukan infrastruktur Iowa.
Read more
 

TechnoScraper Design by Insight © 2009